PENGABDI SETAN: Ibu Datang Kembali

Tulisan oleh Thea Fathanah Arbar (@theaarbar)

GUDANG FILM – Setelah mengidap penyakit aneh selama 3 tahun, Ibu (diperankan oleh Ayu Laksmi) akhirnya meninggal dunia. Karena tekanan ekonomi, Bapak (diperankan oleh Bront Palarae) lalu memutuskan untuk mencari nafkah di luar kota, meninggalkan keempat anak; Rini (Tara Basro), Toni (Endy Arfian), Boni (Nasar Anuz), dan Ian (M. Adhiyat) serta Ibundanya (Elly D. Luthan) yang duduk di kursi roda.

Tak lama setelah Bapak pergi, keempat anak tersebut merasa bahwa Ibu kembali berada di rumah. Situasi semakin menyeramkan ketika mereka mengetahui bahwa Ibu datang lagi tidak sekedar untuk menjenguk, tetapi juga untuk menjemput mereka.

Pengabdi Setan (Satan’s Slave) merupakan film produksi Rafi Films tahun 1980 yang ditulis dan disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra. Kali ini Rafi Films bekerjasama dengan sutradara Joko Anwar untuk meremake film Pengabdi Setan.

Saat mendengar film Pengabdi Setan akan diremake oleh Joko Anwar, saya pikir akan melihat karakter ikonik nan jahat Bibi Darminah (diperankan oleh Ruth Pelupessy), karakter Pak Karto (diperankan oleh I.M. Damsyik) yang taat agama tetapi sering sakit-sakitan, atau karakter Rita (diperankan oleh Siska Karabety) anak muda yang tak percaya tahayul dan senang hura-hura padahal Ibunya belum lama meninggal dunia, ternyata saya tidak mendapatinya.

Banyak perbedaan mencolok antara film Pengabdi Setan lama dan versi remakenya. Mulai dari plot cerita, karakter dan latar belakang mereka yang berbeda tetapi esensinya tetap sama. Remake Pengabdi Setan lebih vivid dari segi cerita dan karakter. Bisa dikatakan bahwa plot cerita remake ini sedikit lebih rumit dari versi originalnya, tetapi untungnya digambarkan dengan baik oleh sang sutradara. Pengabdi Setan remake ini seperti jawaban atas pertanyaan yang muncul tetapi tak terjawab dengan baik pada Pengabdi Setan original.

Baca Juga:  POWER RANGERS ⚡ TOGETHER WE ARE MORE

Pengabdi Setan remake ini mampu memberikan kengerian aneh yang membuat saya sulit tidur setelah menontonnya. Dengan durasi 105 menit, Joko Anwar tidak membiarkan saya dan para penonton lainnya bernafas lega. Banyak kejutan-kejutan menyeramkan (jump scare -red) tetapi tidak murahan yang membuat penonton berteriak kaget kemudian menutup mata atau telinganya.

Setan-setan yang bertebaran dalam film ini pun murni memakai special make-up effects tanpa efek digital komputer. Ditambah sound effect dan original soundtrack berjudul “Kelam Malam” yang dinyanyikan Aimee Saras menambah atmosfer gelap dan menyeramkan dalam film ini. Inilah yang membuat Pengabdi Setan remake lebih terasa ngeri dibanding film originalnya.

Sedikit bocoran, ada beberapa adegan dalam Pengabdi Setan yang didaur ulang dengan baik oleh Joko Anwar, yaitu adegan saat sedang ibadah dan adegan kecelakaan Herman yang diperankan oleh Simon Cader pada Pengabdi Setan lama.

Cerita-cerita horor dibalik pembuatan film remake ini menambah kengerian tersendiri. Rumah tua di kawasan Pangalengan, Jawa Barat yang menjadi lokasi syuting ternyata memiliki kisah horor. Walaupun kondisinya sudah buruk sehingga harus direnovasi terlebih dahulu, Joko Anwar tetap memakai lokasi tersebut karena dari segi layout dan skrip sangatlah cocok. Cerita horor terjadi pada malam hari, suara misterius sempat terekam tak sengaja dari halaman oleh salah satu crew yang sedang break syuting. Cerita berhantu rumah tersebut sempat viral dan masuk ke dalam trending topic forum terbesar di Indonesia.

Penasaran mengapa Ibu datang kembali? Saksikan film Pengabdi Setan yang akan tayang di seluruh jaringan bioskop di Indonesia mulai Kamis, 28 September 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *