Your Name (Kimi no na wa) : Menikmati Roller-Coaster Penuh Emosi ala Makoto Shinkai

Sebuah komet langka nan cantik  terlihat melintas dan mengarah ke bumi pada saat film baru saja bergulir. Kemudian secara perlahan namun padat kita akan diperkenalkan dengan dua remaja yang akan mendampingi penonton sepanjang film, ada Mitsuha yang tinggal didesa terpencil bernama Itomori dan Taki yang tinggal dikota padat Tokyo. Secara matematika, jarak memisahkan mereka cukup jauh, jangankan untuk berinteraksi atau saling kenal, bertemu saja belum. Layaknya komet, mereka berdua pun mengalami kejadian langka. Selepas bangun tidur, mereka kerap kali bertukar tubuh satu sama lain dan terpaksa menjalani kehidupan satu sama lain. Kisah body swap Mitsuha-Taki dan romantika-fantasi Long Distance Relationship yang ajaib didalamnya inilah yang akan tersaji disepanjang 106 menit durasi  Your Name atau Kimi no na wa.

Ada nama besar Makoto Shinkai (5 Centimeters per Second, The Garden of Words) yang menjadi salah satu pertimbangan besar mengapa Your Name begitu layak dinanti. Sutradara anime yang dijuluki The Next Miyazaki ini memang punya track record yang ciamik sebagai spesialis menelurkan anime-anime yang mampu menggoyang-goyangkan emosi. Dan Your Name merupakan pijakan baru yang bisa jadi membuat nama Shinkai semakin kokoh. Meski kisah body swap cukup sering diterapkan di medium film, nampaknya Shinkai telah berhasil memberikan sentuhan magic khas-nya yang berbuah kritikan positif yang bertebaran dimana-mana serta pencapaian box office yang luar biasa. Lantas apa yang membuat Your Name sebegitu istimewa?

Sepertiga awal film, Your Name lebih mengeksplorasi kehidupan masing-masing Mitsuha maupun Taki dengan kisah Mitshua yang dituturkan terlebih dahulu dan mendapat prioritas lebih mengingat porsinya lebih banyak daripada Taki. Cerita pun bergeser bagaimana Mitshua dan Taki mencoba untuk membiasakan diri dengan badan mereka masing-masing sekaligus membuat beberapa perjanjian serta batasan saat bertukar tubuh. Sama seperti Mitsuha dan Taki yang beradaptasi dengan kejadian aneh ini, penonton pun juga ikut beradaptasi dengan penuturan kisah yang disampaikan oleh Shinkai. Mengingat Your Name punya premise yang terbilang rumit, sepertiga awal filmpun juga butuh konsentrasi lebih untuk menikmatinya. Namun tak perlu takut akan miss dibagian penceritaan karena Shinkai dengan piawai mempresentasikannya dengan mulus serta mengalir dengan terarah. Apalagi dengan sesekali diselipkan joke-joke yang segar membuat proses adaptasi menikmati Your Name di awal film begitu menyenangkan dan masih cukup mudah dicerna.

Ketika hubungan Mitsuha dan Taki semakin terjalin dan semakin punya andil dalam kehidupan mereka masing-masing, saat itu juga kisah dalam Your Name semakin membangun keterikatan dengan penonton. Saya pun semakin hanyut kedalam kisah cinta Mitsuha dan Taki. Apalagi setelah kemunculan sebuah twist besar dipertengahan film, saya semakin simpati dengan Mitsuha dan Taki sekaligus keseluruhan arah kemana film Your Name akan dibawa. Saat twist ini muncul, saat itu juga saya seperti menaiki wahana roller coaster penuh emosional hingga keseluruhan film Your Name selesai. Emosi saya berhasil dipermainkan oleh alur kisah yang sama sekali sulit untuk ditebak berakhir bagaimana. Dan pada akhirnya, saya pun menjadi sangat jatuh cinta dengan keseluruhan jalinan kasih antara Mitsuha dan Taki yang sangat rumit ini.

Baca Juga:  FOCUS : Affandi Abdul Rachman ; Dari Pencarian Pendaki Yang Hilang Sampai Aksi Pencurian Berlandaskan Balas Dendam

Saya sangat jatuh cinta dengan Your Name. Sekali lagi Shinkai berhasil menyuguhkan kisah cinta yang tak biasa dalam medium anime. Diadaptasi dari novel yang dibuat oleh Shinkai sendiri membuat dialah yang paling tahu bagaimana cara menuturkan Your Name dengan tepat. Kepiawaian Shinkai meramu beragam elemen mulai dari kisah romansa remaja, fantasi menembus ruang dan waktu, hingga komedi yang menyegarkan (tentu ingat kan adegan “Boobs Grabbing” yang mesti diulang-ulang namun tetap lucu) menjadikan sebuah formula yang sempurna yang didasarkan cerita yang sebenarnya rumit. Seperti yang tadi saya bilang, formula ini berhasil membuat penonton merasakan roller coaster emosi yang ajaib seiring film bergulir. Bayangkan, diawali dengan kesan ceria penuh semangat dan diiringi tawa kemudian berubah pasca hentakan twist besar di pertengahan film yang membuat Your Name menjadi melankolis, sentimentil, bahkan terkadang depresif. Saya pun merasakan kecemasan nyaris turut putus asa ketika ternyata sudah terlalu dalam menikmati Your Name. Dan kemahiran Shinkai meramu kisah menjadi sempurna ketika mampu menghasilkan klimaks yang juara dan sangat kuat. Sehingga Your Name mampu diakhiri dengan sempurna dan menjadi sebuah tontonan yang sangat berkesan.

Bila banyak yang berujar bahwa Hayao Miyazaki mampu menghasilkan imajinasi liar dan Shinkai mampu menghasilkan keindahan di setiap filmnya, melalui Your Name  Shinkai menunjukkan bahwa anggapan itu layak disematkan untuknya. Your Name memang sangat indah, baik secara visual maupun cerita. Shinkai mempresentasikan sebuah sajian yang hangat dan ajaib. Sebuah kisah cinta remaja yang membawamu menikmati beragam rasa dalam satu film anime romatic-fantasy. Secara personal, Your Name tak hanya masuk kedalam list film animasi favorit saya tahun ini, namun list film terfavorit saya dikeseluruhan tahun 2016. Maka wajar, saya sangat kecewa ketika Golden Globes jauh lebih memilih film animasi dengan kisah lemah seperti Sing di jajaran nominasi film animasi terbaik dibanding Your Name.

Rating : ★★★★★

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *