HANGOUT : Tertawa Di Tengah Aksi Pembunuhan Berantai

Seorang aktor yang sedang mengalami kesulitan finansial bernama Raditya Dika mendapatkan undangan misterius untuk “Hangout”. Tentu bukan Hangout biasa, ada sejumlah uang yang dijanjikan bila Dika mau bergabung. Namun dengan sebuah syarat, dia harus pergi kesebuah rumah ditengah pulau terpencil. Iming-iming hadiah pun membuat Dika tergugah untuk menghadiri undangan misterius tersebut. Ternyata tak hanya Dika, sejumlah public figure tenar lainnya seperti Surya Saputra, Mathias Muchus, Titi kamal, Gading Marten, Soleh Solihun, Dinda Kanya Dewi, Bayu Skak,  hingga Prilly Latuconsina pun datang memenuhi undangan. Kisah Dika dan lainnya serta undangan misterius inilah yang menjadi awal kisah Hangout, sebuah film komedi-thriller terbaru dari Raditya Dika.

Mereka pun sampai di sebuah rumah di pulau terpencil sesuai dengan tempat undangan misterius tersebut. Dika dan yang lain pun menikmati makan malam sambil terlibat percakapan-percakapan ringan dan sesekali bernostalgia. Tetapi siapa sangka, ternyata makan malam ini pun menjadi awal “maksud” utama dari undangan misterius tersebut. Ditengah percakapan makan malam, Mathias Muchus secara tiba-tiba mengalami kejang-kejang dan mati keracunan. Kematian misterius Mathias Muchus menandai deretan kejadian misterius dan pembunuhan janggal yang terjadi sepanjang film Hangout. Kuncinya adalah memecahkan segala keanehan yang terjadi, mulai dari tujuan undangan tersebut hingga apa yang sebenarnya terjadi antara mereka dan seluruh kejadian aneh di pulau terpencil tersebut.

Dari sinopsis diatas, seakan Hangout adalah sebuah film thriller-mistery yang berbalut keganasan serta berbalut adegan gore oleh serial killer yang siap menebar teror dimana-mana. Namun harus diingat, Siapa orang yang ada dibelakang film ini. Ya, Raditya Dika kembali tak hanya jadi bintang filmnya saja,tetapi juga duduk dikursi sutradara dan penulis naskah dalam Hangout. Meski punya sinopsis yang kental dengan aroma thriller, Hangout tak lepas dari “trademark” Raditya Dika sendiri sebagai spesialis film bergenre komedi. Namun ada satu hal yang jelas terlihat perbedaan Hangout dibanding film-film Raditya Dika sebelumnya. Jika biasanya Dika membuat film dengan genre komedi-romantis hasil dari adaptasi novel, web-series, maupun citra yang melekat dari dirinya (Komedian spesialis bicara cinta, patah hati, move-on, hingga jomblo), melalui Hangout Dika berani keluar dari comfort zone-nya dan mencoba eksplorasi hal baru. Dengan tidak meninggalkan genre komedi yang telah melekat banget dengan dirinya, Dika mengganti bumbu drama romansa remaja dengan unsur thriller pembunuhan lengkap dengan pemecahan teka-teki ala film detektif. Melalui Hangout, Raditya Dika mampu memberikan warna yang beragam diperfilman Indonesia, khusunya genre komedi.

Terlihat jelas dari posternya, film yang dibenderai oleh Rapi film ini melibatkan artis-artis yang tak hanya sama-sama terkenal didunia hiburan Indonesia, tetapi juga lintas generasi dan memiliki latar belakang medium berkarya yang berbeda. Selain tentu saja pemain film, Hangout juga melibatkan beberapa artis lain dari latar belakang berbeda seperti host, pemain sinetron, stand up comedian, hingga YouTubers. Menariknya, setiap karakter yang ada di Hangout memainkan peran mereka sendiri dikehidupan nyata, lengkap dengan nama dan karakteristik pribadinya walau tentu saja ada penambahan fiktif pada sifat mereka untuk memperkaya dan memperkuat setiap karakter yang ada dalam Hangout.

Melalui Hangout, duet Raditya Dika-Soleh Solihun yang terlajin apik di Cinta Brontosaurus (2013) kembali dipersatukan. Tak perlu lagi meragukan chemistry antara mereka berdua. Raditya Dika-Soleh Solihun sudah sampai tahap saling melengkapi satu sama lain. Dika yang terkenal muka datar dan cenderung santai harus dipakemkan dengan Soleh yang ceplas-ceplos, hasilnya menghasilkan kolaborasi komedi yang kuat di film Hangout. Karakter Bayu Skak didesain bagaimana Bayu Skak yang kita kenal, seorang YouTubers yang doyan nge-vlog dimana-mana. Bayu Skak bisa dibilang karakter yang paling konsisten dalam Hangout. Selain aksen Jawa-nya yang kental dan khas, Bayu Skak selalu nge-vlog dimanapun dan kapanpun, mulai dari lagi senang, berduka, kesasar, hingga momen mengerikan pun dia selalu nge-vlog. Keunikan inilah yang membuat Bayu Skak menjadi salah satu karakter yang mudah diingat di film Hangout.

Selain mereka bertiga, di Hangout masih ada beberapa karakter lain yang tak kalah mencuri perhatian penonton. Ada Gading Marten seorang entertainer yang super sibuk, Dinda Kanya Dewi yang unik karena kejorokannya dan sifatnya yang apa adanya, Surya Saputra cowo parlente yang resik dan paling jijik dengan lumpur dan tempat kotor, Titi Kamal yang cantik namun ternyata tomboy dan suka berpetualang, Prilly Latuconsina sebagai remaja yang putus asa dengan kehidupannya, hingga Mathias Muchus sebagai aktor paling senior dan paling awal tewas di film Hangout. Kesemua karakter yang ada dalam Hangout diramu seunik mungkin tanpa harus saling tumpang tindih. Mereka semua punya momen penting masing-masing dan punya kontribusi dalam menjalankan kisah di film Hangout. Yang menarik dari film ini, setiap dialog yang terjalin antar tiap karakter dibuat senatural mungkin dengan kehidupan sehari-hari para aktornya sehingga terasa lucu dan familiar. Melalui cara ini, Raditya Dika membangun chemistry yang terlihat natural layaknya didunia nyata dan penonton pun seakan diajak untuk turut bergabung dan menikmati setiap adegan demi adegan yang ada dalam Hangout.

Lepas dari zona nyamannya, Raditya Dika mampu menciptakan formula film komedi-thriller yang mampu memberikan rasa tegang sekaligus “perut sakit” karena komedinya yang berhasil mengundang tawa sepanjang film berlangsung. Ngomongin thriller tak lepas dari atmosfir menegangkan yang harus dirasakan oleh penonton sebagai indikator filmnya berhasil, dan Hangout mampu memberikan itu. Baik melalui visual maupun audionya, Hangout mampu memberikan suasana yang berbeda ketika terjadi pembunuhan, meski tak diperlihatkan secara gamblang pembunuhan tersebut. Atmosfir yang dibangun Hangout terbukti berhasil membuat penonton bergidik ngeri dimomen-momen “menyeramkan” dalam film ini. Meski cerita dibalik pembunuhan terasa kurang pas dibanding teka-teki siapa dalang dari serangkaian kejadian misterius ini, namun arah film ini berjalan terbilang menarik. Sejak awal film bahkan sejak menonton trailernya, penonton pasti sudah penasaran siapa sosok dibalik kejadian misterius dan pembunuhan berantai di film Hangout.

Last but not least, kombinasi ciamik dari akting yang memukau dari para pemain, arahan apik dari sang sutradara, kisah yang memikat, hingga atmosfir dan teknis yang sangat menunjang membuat Hangout sukses menjadi satu paket film yang recommended banget untuk di tonton dipenghujung tahun 2016. Bukan hanya menyuguhkan komedi yang itu-itu aja, tapi penonton juga bisa merasakan sensasi ketegangan yang dibawa film ini. Penasaran? Saksikan Film Hangout yang tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 22 Desember 2016!

Baca Juga:  Sinopsis Senior

 

Bonus : Foto Dinda Kanya Dewi lagi ngupil :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *