5 Film Terbaik Raditya Dika : Dari Kotak Kenangan Mantan Hingga Brontosaurus

Raditya Dika bisa dikatakan salah satu sosok fenomenal di dunia hiburan tanah air saat ini. Bagaimana tidak, hampir seluruh karyanya di berbagai medium berhasil laris manis dipasaran. Mengawali karir sebagai blogger, Raditya Dika kini sukses besar sebagai penulis buku, comic, vlogger, hingga seorang sineas film. Untuk yang terakhir, Raditya Dika memiliki fans fanatik yang tidak perlu diragukan lagi militansinya. Setiap film Dika rilis di bioskop, mereka dengan sigap menyerbu dengan seketika.

Menurut situs filmindonesia.or.id, Raditya Dika sudah terlibat dalam 11 judul film baik sebagai pemain, sutradara, hingga sebagai penata skrip. Raditya Dika telah bermain di 9 judul film dimana 5 diantaranya dia sutradarainya sendiri. Meski kerap dianggap memiliki kualitas akting yang datar dan film-filmnya mengadalkan formula yang sama (Jatuh cinta-patah hati-move on), namun Raditya Dika punya warna tersendiri di Film Indonesia. Bahkan ada sebutan “Film komedi cinta remaja khas Raditya Dika” yang membuktikan Dika sudah mulai dianggap di pemetaan film Indonesia saat ini. Saking kuatnya power dari seorang Raditya Dika, film-filmnya kini rilis di dua waktu yang dianggap momen emas film Indonesia, Lebaran dan di bulan Desember.

Memperingati rilisnya film terbaru dari Raditya Dika yang berjudul Hangout pada 22 Desember 2016, GudangFilm merilis 5 film terbaik Raditya Dika versi kami. GudangFilm memilih 5 film terbaik Raditya Dika berdasarkan kualitas keseluruhan film dan pengaruhnya pada karir Raditya Dika sendiri. Rentang film yang masuk di list ini mulai dari film pertama Raditya Dika berjudul Kambing Jantan (2009) hingga Koala Kumal yang rilis Lebaran 2016 kemarin. Hangout belum masuk list karena saat tulisan ini dibuat, Hangout belum rilis di bioskop. Namun, kalian harus tetap nonton Hangout ketika filmnya rilis agar bisa sharing ke kami apakah Hangout juga bisa tergolong karya terbaik dari Raditya Dika atau tidak.

 

5. Cinta Brontosaurus (2013)

Inilah film yang menandai come back Raditya Dika di dunia film Indonesia setelah “menghilang” 3 tahun sekaligus film yang menandai kemunculan secara rutin film-film Dika disetiap tahun setelahnya. Untuk kedua kalinya Raditya Dika berperan sebagai dirinya sendiri dan melalui Cinta Brontosaurus juga untuk pertama kali formula jatuh cinta-patah hati-move on ala film komedi romatis Raditya Dika ditemukan.

Film yang disutradarai oleh Fajar Nugros ini begitu spesial dengan adanya kolaborasi Raditya Dika-Soleh Solihun, duet absurd tapi saling melengkapi. Berperan sebagai Kosasih yang merupakan agen naskah dari Raditya Dika, Soleh Solihun mampu mengimbangi sekaligus memberi warna lebih dari akting Raditya Dika yang saat itu masih terlalu datar. Dan penampilan Soleh Solihun di Cinta Brontosaurus adalah penampilan side kick terbaik dan terlucu dari seluruh film Raditya Dika. Dan syukurlah, Dika kembali mengajak Soleh Solihun di film terbarunya yang berjudul Hangout.

 

4. Kambing Jantan (2009)

Menurut kami, inilah film paling personal dari Raditya Dika. Di Kambing Jantan-lah kami melihat Raditya Dika sebagai mana Raditya Dika yang sebenarnya. Film pertama hasil adaptasi novel pertamanya yang mengguncangkan jagad pernovelan Indonesia ini memperlihatkan Raditya Dika dari perspektif yang begitu deket dengan dirinya. Bila dibandingkan dengan adaptasi novel Dika yang lain, melalui film inilah penonton diajak mengenal sosok Dika yang ada di dunia nyata lebih dekat walaupun melalui medium film fiksi.

Kambing Jantan merupakan debut pertama Raditya Dika menjajal dunia layar lebar setelah sukses besar sebagai penulis. Film yang disutradai oleh sineas kawakan Rudy Soedjarwo ini mengetengahkan kisah Dika pasca lulus SMA dan kuliah di Adelaide, Australia lengkap dengan hubungan percintaan serta proses mengejar passion-nya. Meski tak mampu berbicara banyak di raihan jumlah penonton, menurut kami Kambing Jantan adalah adaptasi novel Raditya Dika yang paling setia pada novelnya dan menunjukkan pada saat itu Dika punya potensi di dunia layar lebar.

Dan yang tak kalah berkesan dari film ini adalah soundtrack berjudul Selamanya yang dinyanyikan oleh Diva Gianina. Lagu yang ternyata dibuat sendiri oleh Raditya Dika ini terdengar simple namun punya makna yang cukup dalam (Coba dengar versi pianonya). Bila kami membuat list soundtrack film Indonesia tahun 2000an, lagu ini pasti kami perhitungkan untuk masuk kedalam list.

Baca Juga:  FOCUS : Affandi Abdul Rachman ; Dari Pencarian Pendaki Yang Hilang Sampai Aksi Pencurian Berlandaskan Balas Dendam

 

3. Marmut Merah Jambu (2014)

Melalui Marmut Merah Jambu, akhirnya Dika melakukan debutnya sebagai seorang sutradara. Tidak seperti pada filmnya sekarang-sekarang yang juga disutradarai dan diperankan oleh dirinya sendiri, pada debutnya Dika harus “membagi dua” dirinya dengan Christoper Nelwan yang memerankan Dika muda. Terlihat Dika mencoba beradaptasi menyutradarai sekaligus memerankan karakternya sendiri dalam satu film untuk pertama kalinya. Dan hasilnya, banyak yang memberikan review positif terhadap debut penyutradaraan Raditya Dika ini.

Yang membuat Marmut Merah Jambu begitu segar adalah kisahnya yang mengangkat romantika cinta pertama yang berbalut petualangan penuh investigasi ala detektif. Melalui film ini Dika sukses merangkul penggemar mudanya yang masih remaja melalui cerita ala kisah kasih di sekolah dengan bumbu-bumbu komedi khas Dika. Duduk langsung dikursi sutradara memberikan Dika punya gerak yang leluasa dalam menuturkan setiap cerita dalam Marmut Merah Jambu. Cerita yang segar, komedi yang berhasil mengundang tawa, performa maksimal dari para castnya, soundtrack yang ear-catchy, dan sisi teknis lainnya membuat Raditya Dika punya modal untuk menjawab keraguan atas dirinya setelah kualitas Manusia Setengah Salmon (2013) yang kurang memuaskan.

 

2. Single (2015)

Setelah menjadi dirinya sendiri di 4 film dan menjadi karakter Miko 2 kali, Raditya Dika kini menjadi karakter baru rasa lama bernama Ebi melalui film Single. Secara kisah, Single memang tak memberikan hal yang baru dalam filmografi Raditya Dika. Single masih berkutat dengan urusan asmara lengkap dengan kesialan-kesialan yang menyertai karakter Ebi. Lantas apa yang istimewa dari Single?

Kembali duduk sebagai sutradara dengan mengantongi pengalaman dari dua film sebelumnya, Dika nyatanya belajar dari pengalaman dan terlihat lebih matang mengatur jalannya film mau dibawa kemana. Single punya plot yang lebih terarah dan memberikan ruang eksplorasi lebih banyak ke Dika sehingga dia bebas gila-gilaan dengan elemen komedinya. Didukung dengan production design, tata sinematografi, serta kemampuan para pemainnya, Single membuat Raditya Dika naik kelas dengan mampu menyuguhkan film yang tak hanya tersusun rapih dalam cerita dan komedi yang menyenangkan, namun juga enak dipandang mata. Tak hanya salah satu yang terbaik dari Raditya Dika, Single juga bisa dikatakan film Indonesia dengan production value terbaik tahun 2015.

Ps : Annisa Rawless cantik banget di film ini. Senyumnya itu loh, ya Tuhan..

 

1.  Cinta Dalam Kardus (2013)

Dari semua film yang melibatkan Raditya Dika, kami pun beranggapan jika Cinta Dalam Kardus adalah film terbaik dari komedian fenomenal ini. Diarahkan oleh penulis naskah terohor Indonesia, Salman Aristo, Cinta Dalam Kardus tak hanya menawarkan drama komedi-romantis yang menyentuh namun juga penyampaian yang unik. Di masa awal Raditya Dika dikenal sebagai comic, film ini pun seakan memberikan panggung curhat ke Dika melalui Stand Up Comedy. Sambil curhat dan melucu, layer kedua yaitu latar dari panggung pun berubah menjadi ilustasi dari cerita-cerita yang disampaikan oleh Raditya Dika. Uniknya setiap properti mulai dari background hingga alat-alat yang dipakai untuk mengilustrasikannya menggunakan bahan kardus. Kerja bagus untuk department art berkat production design yang sangat niat!

Tidak hanya dari sisi production design-nya saja, namun naskahnya pun tak kalah kuat. Dika menyampaikan segala curahan hatinya mengalir begitu saja dan tanpa sadar seakan mewakili perasaan yang menontonnya. Referensi lawakan dan kisah romansa yang diangkat Dika di Cinta Dalam Kardus memang tak jauh-jauh dari kehidupan sehari-hari sehingga terasa dekat bagi penonton. Melalui Cinta Dalam Kardus-lah, sosok Miko yang sebelumnya tenar sebagai web series di YouTube berjudul Malam Minggu Miko diangkat ke layar lebar. Sebelum nantinya pada tahun 2014 Malam Minggu Miko dibuatkan filmnya dengan judul sama yang disutradarai oleh Raditya Dika sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *