Respons beragam penonton usai menonton Pinky Promise, mulai dari yang tersentuh hingga dibuat sadar

Film yang mengisahkan perjuangan para survivor kanker payudara beserta lika-liku kehidupannya berjudul Pinky Promise sudah rilis di bioskop Indonesia sejak kamis 13 Oktober 2016 kemarin. Filmnya bagus! Kami sudah membuat review Pinky Promise di web Gudangfilm. Karena kami suka dengan filmnya yang menurut kami tak hanya menyentuh namun juga penuh edukasi mengenai penyakit kanker payudara beserta pandangan hidup dari sisi penderitanya, maka Gudangfilm pun menggelar nobar (Nonton Bareng) film Pinky Promise di dua kota, Bekasi dan Bandung.

Film yang hebat pasti akan menemukan penonton yang hebat juga pastinya. Itu yang Gudangfilm rasakan saat menggelar nobar Pinky Promise. Antusias penontonnya cukup bagus dan yang paling membahagiakan adalah mereka puas dengan film yang mereka tonton. Kota pertama yang Gudangfilm selenggarakan nobar adalah Bandung tepatnya di Bandung Indah Plaza (BIP). Nobar Bandung ini di selenggarakan pada Sabtu, 15 Oktober 2016 di show pertama. Kemudian besoknya pada hari Minggu 16 Oktober 2016 tim Gudangfilm lanjut menggelar nobar di kota Bekasi. Di Bekasi, Gudangfilm menyelenggarakan nobar di Mega Mall Bekasi pada show  jam 16.50.

Setelah acara nobar, tim Gudangfilm menghubungi beberapa peserta nobar terpilih untuk ditanya kesan dan komentarnya terhadap film Pinky Promise. Gudangfilm cukup kepo dengan respons para penonton Pinky Promise dan ingin tahu pandangan mereka mengenai film ini. Responsnya beragam mulai dari yang tersentuh sampai menahan-nahan tangis saat menonton, hingga memberikan masukan-masukan positif ke filmnya. Berikut beberapa respons dari peserta nobar terhadap film Pinky Promise :

 

“Filmnya bagus banget!! Menambah wawasan tentang kanker payudara, jadi tahu kalau kanker payudara itu bisa juga menyerang pria. Bahkan membuka mata kita untuk melakukan gerakan”SADARI” sebagai tindakan preventif untuk mengetahui kita terserang kanker payudara atau tidak.” Miftah, Bekasi.

“Pinky Promise sangat memotivasi! Sebagai kaum wanita harus segera cek payudara sedini mungkin agar tidak menyebar kemana mana. Ada sedihnya, ada lucunya, pokoknya top filmnya.” Desy, Bekasi.

“Filmnya bagus, sedih ada lucunya. Pinky Promise menambah wawasan tentang kanker payudara. Tetapi ada kurangnya juga sih, adegan di RS yang Alexandra-nya kritis, harusnya terharu eh malah salah fokus sama alat alat yang dipasang. Karena aku kerja di RS jadi tahu salahnya. Tapi gapapa kok. Semangatnya mereka para pejuang kanker yang luar biasa bikin aku jadi gamau kalah semangatnya. Lebih bersyukur lagi, jangan lupa SADARI ya teman-teman!” Ani, Bekasi.

Baca Juga:  ‘AISYAH : BIARKAN KAMI BERSAUDARA’ : DIARY GURU MUDA DI DAERAH PEDALAMAN NUSA TENGGARA TIMUR

“Bagus banget!! Aku terharu banget pas di bagian rambut pada di potong.” Ana, Bekasi.

“Filmnya bagus, banyak manfaatnya dan edukasinya terutama untuk kaum wanita bahwa betapa pentingnya kita deteksi sedini mungkin dengan cara SADARI dan di film tersebut mengajarkan kita bagaimana kita dapat saling membantu kepada sesama penderita kanker memberi mereka support bahwa kanker itu bukan akhir dari segalanya. seperti yang dibilang tante anin, hidup bukan seperti garis lurus dari titik yang satu ke titik yang lain tapi bagaimana kita hidup diantara ruang itu dan membuat hidup kita lebih berwarna lagi, pokoknya pinky promise top!” Etty, Bandung.

“Filmnya bagus ada pembelajarannya, tetapi menurut saya buat awam jadi menakutkan. Karena dikatakan kanker bisa sampai buta. Terus penekanan mereka juga ke mamografi ya, padahal yang ada benjolan gaboleh mamografi.” Yanti, Bandung.

“Menghibur, tapi kurang memberikan dampak positif. Contohnya yang punya penyakit seolah-olah akhir riwayat hidupnya, atau meninggal. Kalau bisa diceritakan ada pemain yang bertahan sampai puluhan tahun.” Jantini, Bandung.

“Filmnya bagus, alur nya tidak membosankan. Pemainnya bagus-bagus, pengambilan gambar juga bagus sekali. Waktu adegan potong rambut itu bagus banget! Sebagai penonton kita tidak tahu apakah rambut digundulin sungguhan atau hanya trick film?” Rany, Bandung.

“Film Pinky Promise menurut aku agak mengeksploitasi emosi daripada informasi tentang kanker tersebut. Ibarat orang yang baru kena kanker atau tidak kena, ngeri jadinya. Beda sama kita yang ngelamin toh tidak selalu tragis kaya tante Anind atau Baby.” Lulu, Bandung

“Kesannya asik banget, seru menyentuh sama banget dengan apa yg pernah aku jalani. memberi pelajaran yang sangat bermanfaat. Pokoknya oke! Semoga ada lagi film yang bertema kanker payudara.” Ita, Bandung

“Sebuah sajian film yang bisa dikatakan semacam sosialisasi kepada masyarakat baik kepada survivor atau yg peduli akan penyakit kanker untuk disadarkan betapa banyak penderita kanker yang memerlukan bantuan uluran tangan dengan membangun rumah singgah ini.” Amalia, Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *