Film Indonesia

Surat dari Praha : Romansa Indah Berlatar Sejarah Politik Indonesia

Surat dari Praha : Romansa Indah Berlatar Sejarah Politik Indonesia

Review : Adrian dan Fachri Aditya

Gudang Film – Surat dari Praha (Letter from Prague) merupakan karya terbaru dari sutradara ternama Indonesia, Angga Dwimas Sasongko (Cahaya dari Timur : Beta Maluku, Filosofi Kopi) yang merupakan retrospektif dari 20 tahun Glenn Freddly berkarya di dunia musik Indonesia. Dalam Surat Dari Praha, Sutradara peraih penghargaan sebagai sutradara terpilih pada Piala Maya 2014 ini memasang aktor dan aktris utama papan atas lintas generasi, seperti Tio Pakusodewo, Widyawati, Julie Estelle, dan Rio Dewanto. Serta tak ketinggalan Chicco Jerricko dan Shafira Umm yang turut meramaikan sebagai cameo.



Film ini menceritakan tentang Larasati (Julie Estelle) yang harus memenuhi wasiat ibunya, Sulastri (Widyawati) untuk menyampaikan sebuah kotak dan sepucuk surat yg harus di tandatangani oleh Jaya (Tio Pakusodewo) yang saat ini menetap di Praha, sebuah kota di Chekoslovakia. Jika Larasati berhasil mendapatkan tanda tangan pak Jaya, barulah ia akan mendapatkan warisan dari ibunya. Larasati-pun berangkat ke Praha menemui Jaya dan mengutarakan niatnya supaya pak Jaya bersedia menandatangani surat yang dibuat oleh ibunya. Jaya tidak langsung mengiyakan permintaan Larasati, tetapi justru menolak permintaan Larasati dengan tegas dan mengembalikan kotak surat tersebut ke Larasati tanpa memberitahu alasannya. Larasati pantang menyerah, dia tetap bersikukuh supaya Jaya mau menanda tangani surat tersebut.

Di suatu kesempatan akhirnya Larasati memberanikan diri membuka kotak wasiat tersebut, yang ternyata berisi surat-surat yang dikirimkan Jaya untuk ibunya sekitar 20 tahun silam. Dari isi surat-surat tersebut barulah Larasati mengetahui bahwa Jaya merupakan mantan kekasih ibunya pada masa itu. Masa dimana terjadi perubahan sistem politik dalam negeri sekitar tahun. Jaya dan teman-temannya tergabung dalam Mahasiswa Ikatan Dinas (MAHID) yang kala itu mendapatkan beasiswa ke Praha menolak perubahan tersebut. Karena prinsipnya tersebut, Jaya dan teman-temannya dianggap sebagai komunis dan kehilangan kewarganegaraannya sebagai WNI. Hal tersebut berimbas kepada kisah asmara Jaya, ia tidak bisa kembali ke tanah air untuk memenuhi janjinya menikahi kekasihnya.


Surat Dari Praha merupakan hasil ramuan dari 4 lagu cinta romantis karangan Glenn Freddly dengan hasil inspirasi kisah nyata yang terjadi tahun 1965 yang menghasilkan sebuah kombinasi romansa indah berbalut sejarah politik yang diperkuat dengan alunan musik khas Glenn Freddly. Sebagai film retrospestik perjalanan karir musik, Gleen pun menyuguhkan hal baru dengan mengikutsertakan 2 pemeran utama dalam film ini, Julie Estelle dan Tio Pakusadewo untuk turut menyumbangkan suara indah mereka untuk mengisi deretan soundtrack dalam Surat Dari Praha.

Peran Julie Estelle dan Tio Pakusadewo dalam Surat dari Praha menjadi sosok sentral sebagai pembawa alur film dari awal hingga akhir. Film ini memang hanya memfokuskan konflik yg terjadi antara karakter Larasati dan Jaya yang membuat emosi lebih intens, sehingga membuat alur cerita mudah untuk diikuti. Dari awal film, penonton pun diajak untuk turut merasakan emosi yg dialami pemain utamanya. Tak perlu diragukan mengenai chemistry yang terjalin antara karakter Larasati dan Jaya. Rekam jejak didunia akting membuat performa mereka terlihat natural dan terlihat bagaimana mereka sangat mendalami peran mereka masing-masing.


Sebagaimana judulnya, kota Praha menjadi latar tempat utama dalam film ini. Layaknya film Indonesia yang mengambil setting diluar negeri, Surat Dari Praha memamerkan kekuatan visualnya dengan sinematografi yang cantik dengan takaran yang pas sehingga Praha tidak di eksploitasi secara berlebihan. Sinematografi yang cantik dan production design yang tak kalah indah mendukung pondasi cerita dan penampilan para pemerannya yang kuat membuat Surat Dari Praha menjadi salah satu film Indonesia dengan kualitas yang terbilang baik dan menjadi suguhan yang berkesan di awal tahun. Namun, cara Surat Dari Praha mengeksekusi bagian akhir film terbilang anti klimaks sehingga akan menimbulkan banyak pertanyaan bagi para penontonnya.


Sebagai salah satu film yang rilis di bulan pertama tahun 2016, Surat Dari Praha menjadi awal yang baik dan juga menjadi harapan akan perfilman Indonesia yang baik pula dari segi kualitas sepanjang tahun ini. Film ini kembali meneruskan rekam jejak positif Angga Dwimas Sasongko selama berkarya dengan selalu konsisten menelurkan karya-karya yang bagus dan layak untuk ditonton oleh para pecinta film Indonesia.

Baca Juga:  NGENEST: Catatan Penulis Skenario & Sutradara – Ernest Prakasa

Rating : 8.5/10

GudangFilm

GudangFilm adalah website yang membahas berita & sinopsis film terbaru, review film indonesia, film Hollywood, Film Korea, Dokumenter & Indie dari berbagai negara. Selain itu, kami mengadakan berbagai acara nonton bareng artis dan di Gala Premiere! Jangan lupa follow social Media kami ya ^_^

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close