NGENEST: Catatan Produser – Chand Parwez Servia

http://www.gudangfilm.in/2016/01/ngenest-kadang-hidup-perlu-ditertawakan.html

Catatan Produser – Chand Parwez Servia
Industri film Indonesia menemukan enerji baru dengan kehadiran buku-buku yang terkesan ringan, padahal muatannya kritis. Trilogi buku best seller karya Ernest Prakasa berjudul NGENEST Ngetawain Hidup ala Ernest adalah salah satu dari buku unggulan, yang menghibur tapi inspiratif karena mengangkat isu asimilasi dan harmonisasi dalam masyarakat kita yang heterogen.

Saya mengenal Ernest sejak 2008 ketika akan membuat The TariX JabriX, yang bersangkutan masih di Sony Music. Selanjutnya saya terkagum ketika Ernest tampil sebagai Komika di Stand-Up Comedy. Materinya termasuk berani, karena bisa menyampaikan ilustrasi diskriminasi melalui komedi dengan terbuka. Kontribusi dari para komika ini semakin dirasakan oleh industri film Indonesia, yang diawali film Cinta Brontosaurus. Keterlibatan Ernest di Kukejar Cinta ke Negeri Cina membuat intens komunikasi kita, ujung-ujungnya lahir ide mengadaptasi buku Trilogi karyanya ke layar lebar. 

 
Pengalaman saya membaca bukunya dan menangkap pesan yang tersampaikan buku-buku itu, cukup membuat yakin kalau Ernest seorang penulis handal yang pasti bisa menulis skenario. Melalui pembicaraan singkat, saya sekaligus minta Ernest bermain dan menyutradarai. Alasannya, kisah ini refleksi dari kehidupan Ernest di masyarakat sebagai warga keturunan, pengalaman yang sekilas nampak lucu padahal ‘ngenest’.

Proses kreatif film yang kemudian kita beri judul NGENEST Kadang Hidup Perlu Ditertawakan ini berjalan cukup seru. Tapi relatif berjalan lancar, padahal ada 4 fase kehidupan yang coba ditampilkan sebagai ceritera yakni ketika Ernest masih SD, SMP, mahasiswa hingga era kerja. 

Ernest begitu cinta pekerjaan barunya ini, dan luar biasa kejelian dan bakatnya. Bekerja bareng Ernest memberi spirit kebaruan bagi saya. Melibatkan banyak Komika, YouTubers, Penyanyi, Budayawan, dan pemain berdedikasi tinggi menghasilkan NGENEST Kadang Hidup Perlu Ditertawakan jadi film yang sarat komedi, tetapi menohok dengan drama yang mencerahkan.

Banyak quote dan pesan inspiratif yang bisa dibawa pulang setelah menontonnya.Melihat hasil akhir NGENEST Kadang Hidup Perlu Ditertawakan saya bahagia, film ini akan jadi hiburan cerdas yang bisa dinikmati keluarga di akhir tahun. Saksikan NGENEST Kadang Hidup

Baca Juga:  Kuis Gala Premiere Kapan Kawin

Perlu Ditertawakan di bioskop terdekat mulai 30 Desember 2015.

Sinopsis
Ernest (Kevin Anggara/Ernest Prakasa) tidak pernah memilih bagaimana ia dilahirkan. Tapi nasib menentukan, ia terlahir di sebuah keluarga Cina. Tumbuh besar di masa Orde Baru dimana diskriminasi terhadap etnis Cina masih begitu kental, Ernest menghadapi masa kecil dan remaja yang cukup berat. Bullying menjadi makanan sehari-hari. Ia pun berupaya untuk berbaur dengan teman-teman pribuminya, meski ditentang oleh sahabat karibnya, Patrick (Brandon Salim/Morgan Oey). Sayangnya berbagai upaya yang ia lakukan tidak juga berhasil, hingga Ernest sampai pada kesimpulan bahwa cara terbaik untuk bisa membaur dengan sempurna adalah dengan menikahi seorang perempuan pribumi. 

http://www.gudangfilm.in/2016/01/ngenest-kadang-hidup-perlu-ditertawakan.html
Ketika kuliah di Bandung, Ernest berkenalan dengan Meira (Lala Karmela). Meski melalui tentangan dari Papa Meira (Budi Dalton), tapi akhirnya mereka berpacaran. Setelah lima tahun bersama, mereka berdua menikah, dengan adat Cina yang membuat Ernest dan Meira sebal tapi tetap patuhi demi membahagiakan Papa Ernest (Ferry Salim) dan Mama Ernest (Olga Lydia).

Berhasil menikah dengan perempuan pribumi ternyata tidak menyelesaikan pergumulan Ernest. Ia mulai dirundung ketakutan, bagaimana jika kelak anaknya terlahir dengan penampilan fisik persis dirinya? Lalu harus mengalami derita bullying persis dirinya? Ketakutan ini membuat Ernest menunda-nunda untuk memiliki anak, dan membuat Meira sedih dan rumah tangga mereka mulai terancam. Patrick yang juga sudah menikah dan belum berhasil mendapatkan keturunan dari istrinya Nadia (Regina Rengganis) malah membuat situasi makin pelik dengan sikapnya yang berempati pada Meira dan menyalahkan Ernest. 

Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Simak selengkapnya di NGENEST Kadang Hidup Perlu Ditertawakan.
http://www.gudangfilm.in/2016/01/ngenest-kadang-hidup-perlu-ditertawakan.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *