ArtikelFilm Indonesia

BULAN DI ATAS KUBURAN

Gudang Film – ‘BULAN DI ATAS KUBURAN’ memang terdengar menyeramkan. Tetapi, film ini bukanlah sebuah film horor melainkan kisah sosial, percintaan, politik, urbanisasi. Diproduksi oleh MAV Production, Sunshine Pictures dan Firebird Films, BULAN DI ATAS KUBURAN merupakan hasil remake dari film dengan judul yang sama karya sutradara kenamaan Asrul Sani pada tahun 1973 yang terinspirasi dari sajak Almarhum Sitor Situmorang.

BULAN DI ATAS KUBURAN

Dalam film BULAN DI ATAS KUBURAN , Rio Dewanto berperan sebagai pemuda Batak bernama Sahat. Sedangkan Atiqah berperan sebagai Mona – istri dari Sahat-. Nah, disela jadwal mereka yang padat, Gudang Film berkesempatan untuk berbincang bersama Rio dan Atiqah untuk mengetahui lebih jauh mengenai film ini. Simak obrolan kami yuk!
Bulan Di Atas Kuburan menceritakan tentang apa?
Rio : Tentang urbanisasi dan pemuda yang ingin mengejar mimpinya di kota besar, tetapi mereka mendapatkan kendala terhadap kehidupan kota besar yang sudah seperti kuburan yang orang-orangnya sudah tidak peduli lagi dengan satu sama lain, lebih mementingkan kepentingan pribadi dan sebagainya.
Atiqah : Secara garis besar adalah urbanisasi dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh pelaku urbanisasi tersebut dapat terjadi pada siapapun terhadap masing-masing pelakunya.
Ceritain dong gimana awalnya kalian terlibat di film ini?
Rio : Pertimbangan saya karena film ini dibuat oleh salah satu maestro sutradara besar, Bapak Asrul Sani dan saya sebagai aktor, ini merupakan satu langkah besar dalam karir saya ketika menerima kesempatan bermain dalam sebuah film yang diangkat dari karya sastra.
Atiqah : Awal terlibat saya dalam film ini, disamping saya memiliki hubungan keluarga dengan pemeran utama di film aslinya tahun 1973 yaitu Ibu Mutiara Sani dengan judul yang sama, pertimbangan sutradara lah yang memercayakan peran ini kepada saya dengan pertimbangan-pertimbangan atau standard yang dia inginkan, jadi terpilihlah saya memerankan Mona dalam film ini.
Kesulitan apa saja yang dijumpai saat dilapangan?
Rio : Kendala hampir nggak ada ya, dan untuk masalah dialek karena saya dulu tinggal di Medan selama 3 tahun jadi dialek tinggal dilatih aja. Malah kalau di rumah terkadang suka kebawa dialek Medannya ketika ngobrol sama nyokap.
Atiqah : Kendala nggak banyak berarti ya karena sebelum proses shooting dimulai pasti ada proses reading dan sebagainya.
Syuting Bulan Di Atas Kuburan sendiri salah satunya di Samosir, apa yang berkesan selama syuting di sana?
Rio : Terakhir saya ke Samosir saat saya masih kecil dan pas balik lagi ternyata nggak banyak perubahan (maksudnya pembangunan Daerah). Sedih juga, kenapa di kota-kota besar perubahannya drastis sedangkan di Samosir dan mungkin tempat-tempat serupa seperti Samosir perkembangannya kurang lah.
Atiqah : Karena di sana saya cuma 1 hari jadi nggak banyak momen yang berkesan kecuali seingat saya itu pertama kali saya bermalam di Samosir.
Selalu bersama, apakah memudahkan kalian menciptakan chemistry?
Rio : Agak sedikit berbeda ya dan saya takut spoiler nih hahaha… tapi secara kehidupan keluarganya pun nggak dijelaskan secara detail di sini konflik-konfliknya dan saya berharap nggak terjadi konflik seperti di film ini dengan istri saya hahaha..
Atiqah : Setiap karakter perlu membangun chemistry nya masing-masing jadi untuk membangun chemistry dengan aktor manapun juga harus sesuai dengan karakter yang diperankannya, meskipun itu dengan suami atau istri gitu, jadi sebenernya menurut saya kaitannya sedikit soal itu.
Bermain dalam film remake, adakah tantangan agar mutu film ini bisa melebihi film aslinya?
Rio : Belum pernah main film remake sebelumnya, jadi saya lebih banyak ngobrol dengan Edo (director) dan mas Hatta (co director) apa yang mereka mau dan lebih banyak diskusi dengan mereka dan tetap saya sebagai aktor ngasih penawaran ke mereka tentang apa yang bisa saya berikan untuk karakter ini.
Atiqah : Jujur untuk menjaga kualitas dari sebuah film remake menurut saya ada si sutradara dan orang-orang di belakang layar lainnya dan saya sih mengikuti arahan sutradara aja karena dia yang lebih tau kualitas pastinya seperti apa. Jujur saya sih bukan beban yah karena sutradara yang lebih tau.
Terakhir, harapan untuk Bulan Di Atas Kuburan dan kenapa kita wajib menonton film ini?
Rio : Bisa menginspirasi banyak orang dan untuk orang-orang yang patah semangat hidup di kota besar mungkin dalam masalah keluarga, sosial atau apapun, film ini bisa membantu meringankan problem-problem tersebut.
Atiqah : Bisa laku lah hahaha, bercanda yahh..
Selain Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan, film ini juga menampilkan sederet aktor dan aktris ternama seperti Donny Alamsyah, Tio Pakusadewo, Ria Irawan, Ray Sahetapy, Ayushita, Andre Hehanusa dan Remy Silado.
Disutradarai oleh Edo WF Sitanggang, BULAN DI ATAS KUBURAN akan tayang di bioskop mulai16 April 2015.
Baca Juga:  7 Misi Rahasia Sophie (2013) : Misi yang Semanis Lollipop dan Selembut Tissue

GudangFilm

GudangFilm adalah website yang membahas berita & sinopsis film terbaru, review film indonesia, film Hollywood, Film Korea, Dokumenter & Indie dari berbagai negara. Selain itu, kami mengadakan berbagai acara nonton bareng artis dan di Gala Premiere! Jangan lupa follow social Media kami ya ^_^

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close