Laskar Pelangi Sekuel 2 Edensor (2013)

Oleh: Adrian & Riska
Sekuel kedua dari film Laskar Pelangi ini lebih menggambarkan kegalauan hati Ikal yang sedikit mengesampingkan tujuan utamanya ke Paris. Ikal dan sahabat karib sekaligus kerabat jauhnya, Arai , mendapatkan beasiswa dan akhirnya mereka menetap di Paris demi mewujudkan cita-cita mereka. Dengan uang beasiswa yang tidak seberapa, mereka juga mencari uang tambahan dengan bekerja paruh waktu. Hingga akhirnya, Ikal berpacaran dengan Katya, gadis asal Jerman yang menjadi rebutan para pria di kampus. Ikal juga bingung mengapa Katya bisa-bisanya malah memilih dirinya. Mulai saat itulah Ikal tidak bisa fokus antara kuliah dan hubungannya dengan Katya. Nilai kuliahnya sempat turun dan Ia tidak lulus ujian. Arai sempat marah karena takut Ikal lupa dengan tujuan utama mereka ke Paris yaitu untuk mengejar cita-cita semasih sekolah dulu.
Selama berpacaran dengan Katya, ternyata Ikal masih belum bisa melupakan kenangannya dengan seorang gadis yang sempat disukainya sewaktu sekolah dulu, Aling. Setelah membaca surat-surat dari Aling yang selama ini ternyata disembunyikan oleh orang tua Aling, Ikal tidak bisa membohongi hatinya kalau Ia masih sangat mencintai Aling. Akhirnya Ia memutuskan hubungan dengan Katya dan dengan hati yang lapang, Katya menerima keputusan itu. Akhirnya Ikal kembali mengejar dan mencari cinta pertamanya, Aling, walau selama di Paris, Ikal belum pernah bertemu lagi dengan Aling. 

Dan.. Apakah Aling akan membawa nya sampai ke Edensor?

Mirip dengan dua film terdahulu, Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, film ini berhasil mem-visualisasikan cerita dari novel yang berjudul sama yaitu, Edensor. Walau ada beberapa bagian dari novel yang ditinggalkan, namun tidak mengurangi esensi keseluruhan dari novel tersebut. Saya memaklumi, jika mengikuti 100% isi dari novel tersebut, maka akan memakan biaya yang sangat besar. Sayangnya, saya lebih menyukai dua film terdahulu. Mungkin karena faktor dari gantinya sutradara di balik film ini yang sedikit mempengaruhi ‘rasa’ dari film tersebut, walau pada akhirnya saya masih terpuaskan. Satu adegan yang paling saya suka adalah saat Ikal “berbincang” dengan ‘Adam Smith’ sambil sedikit ditimpali oleh ‘Rhoma Irama’. Lucu sekali melihat perbincangan imajiner tersebut. Satu hal yang terasa agak janggal adalah pemilihan pemeran Arai, Abimana Aryasatya,  yang dirasa terlalu ‘bule’ untuk memerankan seorang anak Belitong yang sebelumnya diperankan oleh Ariel NOAH. Untunglah, Ia berhasil membawakan karakter Arai dengan baik.
Secara keseluruhan, film ini pantas untuk menemani Anda dan keluarga untuk mengisi waktu liburan akhir tahun. Pesan dari film yang mengajarkan untuk mengejar cita-cita, cinta dan menjaga persahabatan dikemas dengan apik. Tidak sabar untuk segera menunggu kisah kelanjutan Ikal dan Arai ini. 
Baca Juga:  BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA : Islam hanya mengajarkan Kebaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *