ArtikelFilm HollywoodReview

You’re Next (2013)

Oleh: Rohman Sulistiono

Setelah tahun ini disuguhkan dengan karyanya dalam project kumpulan sutradara-sutradara ‘sakit’ di The ABC’s of Death, dengan menyutradarai serta membintangi segmen Q is for Quack dan juga bergabung dengan Gareth Evans, Timo Tjahjanto, dan Jason Eisener di V/H/S 2, kini Adam Wingard kembali menyuguhkan film yang akan mengajak penonton merasakan terror dan indahnya bermandikan darah dalam You’re Next.

You’re Next adalah film slasher yang ‘ditahan’ selama hampir dua tahun oleh pihak distributornya, Lionsgate, pernah merasakan program Midnight Madness di Toronto International Film Festival (TIFF) 2011 yang saat itu dimenangkan oleh The Raid nya Gareth Evans. Dan sempat tersiar kabar bahwa You’re Next juga akan dijadikan sebagai ‘Surprise Movie’ di INAFFF 2011. Namun karena pihak Lionsgate-nya tidak merestui, alhasil film ini gagal ditayangkan di INAFFF 2011 dan akhirnya A Lonely Place To Die lah yang menjadi ‘Surprise Movie’ di festival film yang paling dirindukan oleh pecinta genre fantastic di Indonesia.

You’re Next berkisah tentang keluarga Davison yang sedang berkumpul untuk merayakan anniversary pernikahan Paul (Rob Moran) dan istrinya, Aubrey (Barbara Crampton). Hari yang terlihat akan sempurna karena seluruh anggota keluarga berkumpul dan merayakannya mendadak berubah menjadi malam kelam dan mengerikan ketika sekelompok pembunuh bertopeng binatang meneror mereka. Anggota keluarga Davison bahu membahu untuk melawan terror dari ‘binatang buas”’tersebut. Timbul pertanyaan siapa dibalik topeng tersebut? Apa yang sebenarnya mereka cari?


Penampilan tokoh Erin Harson yang diperankan oleh Sharni Vinson mampu membuat siapapun yang menontonnya berdecak kagum. Dia-lah yang paling survive diantara anggota keluarga Davison. Bukannya kabur atau bersembunyi dari ancaman golok dan panah si pembunuh bertopeng. Sebaliknya, dia malah memburu balik ‘hewan-hewan jadian’ tersebut. Membuat si pembunuh-pembunuh bertopeng merasa terancam dan malam yang mereka pikir akan berakhir ‘bahagia’ berubah karena ketangguhan Erin.


Kisah home invasion yang disuguhkan dalam You’re Next sebenarnya bukanlah hal yang asing dan baru. Namun, cara Adam Wingard mengajak penontonnya untuk bersenang-senang dengan adegan-adegan sadis berlumuran darah patut diapresiasikan. Mungkin untuk penggemar film slasher, You’re Next seperti film pemuas dahaga akan adegan-adegan sadis nan brutal. Bacok sana bacok sini, Tusuk sana tusuk sini, darah dimana-mana, teriakan ketakutan dan teror membuat film ini mampu memberikan ketegangan bagi penontonnya, kepuasan akan adegan sadis dan kebahagiaan karena darah ada dimana-mana.

Dibalik adegan brutal dan terror dari pembunuh bertopeng, Adam Wingard juga menyuguhkan dialog yang tak kalah menarik dari adegan berdarah dalam film ini. Yang paling saya ingat dan termasuk berkesan adalah ketika anggota keluarga Davison berkumpul dimeja makan untuk makan malam dan obrolan-obrolan antara anggota keluarga yang berbuntut dengan debat. Selain itu, Adam Wingard juga menyelipkan komedi-komedi yang membuat warna lain dalam film ini. Ditengah adegan-adegan yang menegangkan dan penuh darah, film ini tetap memberikan istirahat dengan dialognya yang lucu dan bahkan mampu mengundang tawa. Jadi menonton You’re Next ada kalanya penonton teriak sekeras-kerasnya ada kalanya penonton juga tertawa sekeras-kerasnya.

Secara keseluruhan, You’re Next merupakan film pelepas dahaga yang tepat bagi pecinta slasher. Saya pribadi merasa terpuaskan akan adegan-adegan brutal yang disuguhkan dalam film ini. Tanpa basa-basi, film ini menampilkan adegan yang sadis sejak awal film. Tusukan demi tusukan , pukulan demi pukulan, bacokan demi bacokan dan darah dimana-mana siap menghibur penontonnya. Tak perlu mengharapkan cerita yang rumit dengan twistyang memukau cukup nikmati saja setiap hiburan yang ingin ditunjukan oleh Adam Wingard dan kalian akan merasakan kebahagian menonton film ini. Seperti Minin yang teriak kegirangan saat satu demi satu diperlihatkan adegan-adegan keras nan indah. Dan jangan sampai lupa lagu Looking for the Magic – Dwight Twilley yang mampu memberikan warna lebih dalam film ini. Rating: 3/5.



Baca Juga:  NEERJA : Kisah Heroik Seorang Pramugari

GudangFilm

GudangFilm adalah website yang membahas berita & sinopsis film terbaru, review film indonesia, film Hollywood, Film Korea, Dokumenter & Indie dari berbagai negara. Selain itu, kami mengadakan berbagai acara nonton bareng artis dan di Gala Premiere! Jangan lupa follow social Media kami ya ^_^

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close